“Ketika kita merasa dekat, sangat mungkin Ia sedang berpaling..”
Pernahkan Ia memalingkan wajahNya? Aku betul-betul tidak tahu. Aku yang bebal lebih sering tidak memikirkannya. Tapi, saat jatuh aku juga kerap mengira-ngira. Dan aku sungguh takut andai Ia memang tengah memalingkan wajahNya dariku.
Lantas ketika aku mencoba bersyukur, atau percaya bahwa kesyukuranku telah menjadi hal yang kau senangi, benarkah Kau menerimanya? Atau aku hanya besar rasa padahal senyatanya Kau justru tak menoleh sedikitpun? Aku betul-betul tidak tahu.
Mengapa kau kirim orang itu untuk mengatakannya kepada kami, Gustii?