Monthly Archives: January 2017

Menarik

Dalam perjalanan. Sambil mengendarai ‘Steve’, Ben melihat dari kaca spion dalam.

“Kamu lagi baca apa?”

Kielyr menjawab dengan menunjukkan sampul buku yang sedang dibaca.

“Lolita? Ayah belum kasih tugas itu.”

“Aku loncat pelajaran.” Senyum kemenangan.

Tertegun. Mengangguk kecil. “Dan…?”

Diam sejenak. Mencari kata. Lalu menjawab, “Menarik..”

Terdengar sahutan dan teriakan dari belakang.

“’Menarik!!’”, “Kata Ilegal”, “Yah, Kielyr bilang ‘menarik’”.

Ayah menengahi. Berkata lagi kepada Kielyr, “’Menarik’ itu enggak bermakna. Kamu tahu harusnya kamu nggak pakai itu. (Ayo coba) Lebih spesifik lagi.”

(Captain Fantastic, 2016)

***

Periode awal masuk kampus, agar tidak terlihat kampungan dan mampu mengikuti diskusi yang digelar kawan-kawan penikmat buku, aktivis, atau cendekia lainnya, saya usahakan selalu terlihat manggut-manggut. Aslinya, saya berusaha keras agar tetap bisa terjaga sambil ingat-ingat saja kata-kata sulit dan asing untuk suatu saat saya cari artinya di internet.

Kalau terjebak dalam situasi untuk menanggapi apa yang disampaikan mereka, saya nyaris selalu jawab, “menarik”. Dengan intonasi dan bahasa tubuh yang saya buat se-anggun mungkin.

Kata itu—yang tentu saja saya contek mentah-mentah dari beberapa kawan yang serius paham—saya pilih sebab terdengar elok, elegan. Kalau diucapkan dengan nada dan gaya yang pas, tidak hanya nampak seperti memperhatikan, tapi juga Continue reading