Mungkinkah laut setenang itu? Mungkinkah seteduh itu? Sehening itu?
SUNJAYA 1 melaju mantap menuju ke Dermaga Canti. Sesekali terayun-ayun dibuai gelombang yang terhantam. Angin nampaknya sedang kuat. Kukira karena menjelang pergantian musim.
“Saya pernah mengalami yang jauh lebih buruk dari sekarang,” Bang Sapoy, jimat perjalanan kami kali ini kembali berkisah. “Waktu itu ombaknya tinggi, hampir 2 meter. Perahunya sama persis perahu kita ini. Malah lebih tua umurnya. Hampir semua yang ikut trip waktu itu jackpot. Udah kayak kena badai. Ga karu-karuan lah.”
“Ini bukannya normal ya, Bang?” Sembari sedikit merubah posisi duduk, dengan mata tetap terpejam dan telinga yang menggantang angin, aku meladeni ucapannya. Lumayan, mengusir bosan dari 2 jam perjalanan.
“Ombak memang sedang besar belakangan. Trip kemarin juga hampir sama kuat gelombangnya kayak sekarang. Tapi, biasanya air di sini tenang,”
Tenang? Maksudnya?
“Kayak di danau.” Jawabnya tanpa didahului pertanyaanku.
Aku menoleh. Bang Sapoy tidak sedang meracau. Jelas bukan tanda-tanda ia akan Continue reading