Monthly Archives: December 2014

Google-Proof

Suatu waktu, seorang psikolog sekaligus pendidik  yang kukenal membagi kisahnya. Ia minta anak-anak didiknya membuat tulisan tematik. Mereka diminta menyebutkan orang-orang yang betul-betul dikenal atau minimal pernah bersentuhan dengan kehidupan mereka. Bukan sekedar tokoh atau semacamnya. Lalu, membuat sebuah daftar: “5 Orang yang Paling Pantas Masuk Surga.”

Aku bukan orang pertama yang mempertanyakan metode mengajar yang ia gunakan. Tapi, sebagai seorang psikolog, aku percaya ia selalu punya alasan kuat. Kali ini dia bilang, ingin memantik bagaimana anak-anak didiknya memahami dan menerapkan nilai-nilai yang mereka sudah pelajari. Ah, cerdas.

Dengan senang hati, ia membagi sebagian tulisan-tulisan anak didiknya untuk kubaca. Dari beberapa tulisan itu, ada beberapa yang Continue reading

Air Bergemuruh

Dua terjemahan yang berbeda. Satu dari delapan tepi kutub laluan para pejalan. Dan jutaan gradasi dan motif warna yang dilukisNya di tiap sayap rama-rama dan dinding gua.. Terpujilah.

Sisa waktu tinggal sepenggal hari sebelum bersama garuda kembali kembali ke jawa. Apapun, pikir kami, kesempatan layak tak dilewatkan.

Kali ini simpangan yang kami ambil adalah sebuah kawasan dengan titel Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung. Kawasan yang membentang di dua kabupaten di Sulawesi Selatan; Maros dan Pangkajene Kepulauan (Pangkep). Lokasi yang populer sebagai wisata keluarga dan tak sukar dijangkau. Sekira satu jam lebih perjalanan mobil dari pusat kota Makassar. Lebih hemat setengah waktu perjalanan jika langsung ambil langkah dari bandar udara Sultan Hasanuddin. Ya, sepenggal hari bisa sangat berharga.

Dibanding opsi lain yang juga mungkin, aku memang lebih memilih Bantimurung. Sederhana, karena kupikir ini saatnya untuk masuk goa.

“Mau cari wangsit, kamu?” Continue reading