Suatu waktu, seorang psikolog sekaligus pendidik yang kukenal membagi kisahnya. Ia minta anak-anak didiknya membuat tulisan tematik. Mereka diminta menyebutkan orang-orang yang betul-betul dikenal atau minimal pernah bersentuhan dengan kehidupan mereka. Bukan sekedar tokoh atau semacamnya. Lalu, membuat sebuah daftar: “5 Orang yang Paling Pantas Masuk Surga.”
Aku bukan orang pertama yang mempertanyakan metode mengajar yang ia gunakan. Tapi, sebagai seorang psikolog, aku percaya ia selalu punya alasan kuat. Kali ini dia bilang, ingin memantik bagaimana anak-anak didiknya memahami dan menerapkan nilai-nilai yang mereka sudah pelajari. Ah, cerdas.
Dengan senang hati, ia membagi sebagian tulisan-tulisan anak didiknya untuk kubaca. Dari beberapa tulisan itu, ada beberapa yang Continue reading