Zainal Muttaqin | Create Your Badge

Tabik
Lahir di ahad kliwon, 15 Rabi’ul Awal 1405. Putra terakhir dari perkawinan terakhir H. M. Nawawi (Abah) alm. dan Husniah (Ibu) almh. Punya seorang saudari kandung, Muzayyanah (Teteh), yang saat ini masih dalam proses menyelesaikan S3-nya di Al-Azhar Uni, Cairo. Dari Abah dan Ibu, memiliki beberapa kakak dan teteh lagi.
Mengkaribi masa kecil di Carenang, salah satu sudut wilayah di Kabupaten Serang, Banten. Masuk masa SMA–sebelum Banten berkembang menjadi provinsi mandiri, diberi kesempatan untuk melihat dunia lain; Sebuah pojok asri di Cisarua Kabupaten Bandung via program beasiswa asrama SMU PLUS Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Lulus SMA 1 Plus Cisarua di tahun 2002, memilih jurusan Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran (UNPAD), Jatinangor, Kabupaten Sumedang. Sebuah akrobat, setelah di SMA mendalami bahasa.
Lepas kuliah di awal tahun 2008, menimba langsung pengalaman kerja di sebuah NGO yang bergerak dalam pembenahan tata pemerintahan lokal, Bandung Trust Advisory Group (B_Trust), hingga akhir tahun 2009. Program terakhir dan paling intens bersama B_Trust adalah “penguatan hubungan DPR-DPD dengan konstituen melalui pelembagaan rumah aspirasi” di Kalimantan Timur.
Mulai permulaan 2010, beraktivitas di beberapa kampus di Banten dan disebut sebagai salah satu dosen di Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Serang Raya. Lain dari itu, menjalani kegiatan sebagai Tenaga Ahli untuk Anggota DPR RI di Jakarta. September 2011, dengan perkenanNya, belajar formal lagi di Universitas Indonesia.
Di awal November 2012, kembali bergelut dengan isu-isu pelayanan publik di Lembaga Negara Ombudsman RI. Sembari tetap sesekali mengajar di kampus, ikut mengurus langgar dan warung nasi di dusun, serta bersama beberapa kawan mengasuh WisataSelatSunda, sampai sekarang…
Blog Walking AKh 😉
Sedari 2010 rupanya dah nge-blog? begitu ga perhatiannya saia, krn baru skrg baca blog na!
Zain for Next Banten 1 and or RI 1 : Harga Mati! 😀
smart, kreatif, inovatif, humanis sekaligus family man yg belum berkeluarga! 😀 hahah
sehat slalu ya Akh… kunjungan ke Sepatan na senantiasa di nanti
sukses slalu
LikeLike
Uda yb, hatur nuhun sudah sudi mampir. Mudah-mudahan segala doa baiknya diperkenankan. Hapunten ya, belum juga nengok sepatan.. 🙂
LikeLike
kang zain ini turunan dari imam nawawi al bantani ya?
LikeLike
salam kang Furqonab, hatur nuhun sudah silaturahim…
punten, sepanjang yang saya tahu, saya ndak ada garis keturunan langsung ke Syekh Nawawi Al-Bantani. abah saya, H. M. Nawawi bin Ki Kabir (rahimahumullah), seorang naib dari desa walikukun, carenang, serang. beliau wafat tahun 1988…
untuk profil Syekh Nawawi Al-Bantani dan sejarah banten sendiri pernah saya singgung sedikit di tautan ini. kang Furqonab bisa mengkoreksinya andai ada kekeliruan… 🙂
LikeLike