Monthly Archives: September 2019

Kalkulasi Rasa

Ihwal Rasa adalah salah satu perkara tersulit untuk didapatkan jawaban dan penggambarannya secara pas. Lazimnya ia diikhtiarkan dengan analogi, metafora, atau abstraksi. Kadang bukan mendekatkan makna, tapi justru mengaburkannya. Atau membuatnya malah (seolah) agung, dekat ke langit, dan karenanya ndak terjangkau radar alami manusia bumi.

Apalagi dalam bahasa ibu kita; Pertiwi. Yang konon kabarnya agak pelit dengan kata sifat dan sulit membagi beberapanya ke dalam gradasi yang masing-masing otentik, unik dan akurat. Tidak seperti bahasa Thanos yang paling jamak dipakai warga seantero bumi.

Ini paradakos yang terjadi dalam matematika rasa: galibnya menuju pembuktian hipotesis diperlukan data yang valid, lengkap, serta formula dan hitungan yang presisi. Tapi ujung-ujungnya penilaian subjektif yang digunakan. Masuk lewat gerbang kuanti, keluar melalui pintu kuali. Terai simpulannya? Ngawur.

Kerumitan itu terpotret secara Continue reading