Monthly Archives: May 2017

Hani

Kita berjalan lagi menyapih kali sore ini. Mungkin untuk kesekian waktu. Aku sudah lepas hitungan.

“Sudahlah, biar saja,” Kau bilang.

Ya, sudahlah. Tak penting pun.

Karena yang penting adalah kisah serta ceritamu. Yang dialunkan dengan ndak beraturan. Yang berlompatan tanpa riskan. Yang menepis segala estetika. Minus judul dan balutan tutur tanpa kerangka.

Kursi rodamu berderit di antara pekik senja. Kudorong lambat sambil menghindari beberapa genangan, bebatuan, dan pematang kali yang menganga.

Aku tak suka berjalan pelan. Tapi, untukmu biarlah.

“Kenapa diam, Han?” Tegurku setelah beberapa jenak yang vakum tanpa gumammu.

“Berhenti di sini sebentar, boleh?” Tepat di pinggir titian langkahku tercegah. Kau masih tak menjawab ketika Continue reading