“Udah Adzan. Buka.”
“Mangga. Kamu duluan aja.”
“Menyegerakan buka itu sunnah loh.”
Senyum. “Iya.”
Kamu mulai menandas empat butir kurma yordania di atas meja. Satu gelas air bening hangat dan satu gelas lagi berisi teh manis panas ikut menemani iftharmu. Sambil berusaha melanjutkan cerita yang terpotong adzan, kamu sesekali mengingatkanku untuk segera membatalkan puasa.
“Ayo. Kok malah dibiarin kurmanya? Pesenan kita masih lama lho. Tuh antrinya panjang. Mending takjil dulu. Nih,” Kamu menyodorkan teh manis yang juga kau pesankan buatku.
“Iya. Sebentar lagi.”
Lima belas Menit kemudian, Continue reading
