
Telaga Narcissus
Alkisah, ada sebuah telaga yang jernih airnya. Terletak di tengah hutan, sedikit tersembunyi rerimbun pohon dan bermacam vegetasi. Hampir setiap hari, telaga itu didatangi oleh seorang pemuda. Tiap kali berkunjung, pemuda itu selalu bersimpuh di tepi telaga. Ia memandangi refleksi dirinya sendiri pada air telaga yang bening. Berlama-lama sambil memuji habis ketampanan dan kegagahan fisiknya. Betapa Yang Maha Kuasa telah begitu sempurna menciptakan dirinya.
Hingga pada satu ketika, saking dalamnya pujaan sang pemuda terhadap bayangannya sendiri, ia kehilangan akal dan terjatuh. Tenggelam ke dasar telaga yang dalam.
Selang beberapa waktu, singgahlah seekor burung yang haus setelah menempuh perjalanan migrasi yang panjang. Sang burung mendengar suara sedih menyayat hati dari sekitar telaga. Setelah dicari, ternyata suara itu berasal dari sang telaga yang menangis.
“Mengapa kau tampak berduka?” Burung bertanya.