Monthly Archives: February 2014

The Bigger Narcissist

Telaga Narcissus

Telaga Narcissus

Alkisah, ada sebuah telaga yang jernih airnya. Terletak di tengah hutan, sedikit tersembunyi rerimbun pohon dan bermacam vegetasi. Hampir setiap hari, telaga itu didatangi oleh seorang pemuda. Tiap kali berkunjung, pemuda itu selalu bersimpuh di tepi telaga. Ia memandangi refleksi dirinya sendiri pada air telaga yang bening. Berlama-lama sambil memuji habis ketampanan dan kegagahan fisiknya. Betapa Yang Maha Kuasa telah begitu sempurna menciptakan dirinya.

Hingga pada satu ketika, saking dalamnya pujaan sang pemuda terhadap bayangannya sendiri, ia kehilangan akal dan terjatuh. Tenggelam ke dasar telaga yang dalam.

Selang beberapa waktu, singgahlah seekor burung yang haus setelah menempuh perjalanan migrasi yang panjang. Sang burung mendengar suara sedih menyayat hati dari sekitar telaga. Setelah dicari, ternyata suara itu berasal dari sang telaga yang menangis.

“Mengapa kau tampak berduka?” Burung bertanya.

Continue reading

Cinta 14 Februari

Gerimis. Sisa lumpur di alas kaki. Angin sore yang pelan-pelan mengeringkan basah di tepi celana. Secangkir ocha dan segelas double espresso. Meja bulat kecil dan 4 buah kursi yang separuhnya kita duduki. Asap rokokmu yang menjauh dari pandang. Perbincangan yang memanjang..

“Ngapain tanya aku soal cinta?”

“Emang kenapa? Salah?”

“Nggaaak..”

“Trus? Males ngomongin cinta gara-gara hari ini tanggal 14 februari?”

“Hahaha.. bukan soal aku sebal karena dari tadi omonganmu soal cinta-cinta melulu.”

“Trus? Ayo, jawab!” Continue reading