Tag Archives: Tabula Rasa

Memasak, Ziarah

Dont Mind the Visual. This is endolita babanero 😀

Kak Dira menitipkan nasi bakar berbumbu lewat Bunda. Di hari keempat puasa. Tiga bungkus banyaknya. Aku Kak Dira di lain waktu, semua dimasaknya sendiri tanpa dibantu. Latihan. Resepnya didapat dari media sosial.

Sempat terkecoh istilah millenials mutakhir, kukira “endolita babanero” adalah judul hidangannya. “Bukaaann. Itu artinya ueenak bangettt,” Ujar Kakak lepas menertawakan keudikanku.

Aku setuju. Bukan perkara betapa udiknya diriku, tapi soal lezatnya nasi bakar yang Kakak bilang itu. Pedas, segar, matangnya pas, bumbunya merata. Lagi nikmat disantap untuk berbuka dan dalam keadaan hangat-hangatnya (untung ada microwave dan relawan-relawan di kantor yang mengajarkan cara pakai yang baik dan mendingan).

Bunda bilang, Kakak lagi banyak eksperimen bikin masakan. Bunda senang, karena tugasnya lumayan teringankan (hehe). Aku juga senang, karena Continue reading