Tag Archives: cilegon creative

Bacok!!

Golok tajam itu meninggalkan 3 (tiga) luka sabetan di lengan kiri dan 7 (tujuh) bekas sayatan di tangan kanan. Tangan kiriku yang rentan, sekaligus memikul ngilu yang terasa ke tulang sampai saat ini. Sebagiannya nampak membiru memar.

Abah (Tb.) Ramli pada mulanya melakukan itu tidak padaku, tapi beberapa muridnya yang tampil dengan seragam khas. Ia tidak hanya membacok dan menyayat dengan golok, ia menusuk dengan tiang kawat dan memantek dengan paku banten. Tidak peduli perempuan atau laki-laki, tinggi-pendek, berotot atau kurus-berlemak sepertiku.

Memantek Paku Banten

Memantek Paku Banten

Dengan senyum khasnya yang terus mengembang, dan iringan tarompet penca dan rebab yang digesek tanpa henti, Abah Ramli meminta siapapun diantara hadirin yang sukarela mau merasakan dinginnya ujung mata golok.

Kang Rahmatullah (salah seorang tuan rumah kegiatan), entah menggunakan ilmu apa, berhasil mendorongku (yang sedang repot mengambil dokumentasi sebagai tugas Negara) untuk naik laga.

Mendapatkan umpan, Abah Ramli dengan girang menarikku ke tengah panggung. Dengan gerakan kilat, goloknya terhunus dan memakan korban puluhan helai rambutku yang dijadikan sebagai sampel ketajaman goloknya. Lantas, pria yang sudah lebih dari 20 tahun melanglang-buana memperkenalkan debus itu memintaku Continue reading